Usaha Bagi Hasil Cara Cerdas Untuk Dapatkan Modal

Salah satu cara mendapatkan modal usaha adalah dengan usaha bagi hasil, membangun bisnis bersama rekan, kerabat atau orang terdekat.

Faktanya, pelajar dan mahasiswa biasanya memiliki kemampuan kreatifitas atau ide brilian dalam membaca peluang usaha.

Sayangnya, untuk memulai usaha tidak selamanya dapat dilakukan dengan modal kecil atau tanpa modal sama sekali.

Tidak dapat dipungkiri, modal memang menjadi masalah serius bagi pebisnis. Bahkan untuk sebuah bisnis yang telah berjalan sekalipun.

Usaha bagi hasil bukan hanya solusi, lebih dari itu..

Kolaborasi dan partnership dalam menjalankan bisnis diyakini mampu meringankan pelaku usaha dalam memperluas jangkauannya.

Tapi, tidak sedikit yang gagal menjalankan bisnis dengan metode usaha bagi hasil karena gagal menjalin kepercayaan.

Maka dari itu, dibutuhkan strategi yang jelas dalam memulai usaha bagi hasil.

Setidaknya ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan sebelumnya:

  1. Memilih Rekan Bisnis
  2. Perjanjian dan Kesepakatan

Dua hal itu perlu dipertimbangkan sebaik mungkin, semuanya akan dibahas pada bab ini nantinya.

Panduan bagi Anda yang tertarik melakukan usaha bagi hasil bersama rekan yang pada intinya harus memiliki kesesuan visi.

Tentunya, untuk memulai usaha yang permodalannya berasal dari suntikan dana milik orang lain ada kesepakatan yang harus disetujui bersama.

Untuk itu pula, Anda harus membuat kesepakatan bersama partner bisnis tersebut.

Perjanjian dan kontrak yang dibuat haruslah berupa win-win solution.

Agar tidak hanya bisnis yang bertahan dalam jangka panjang, lebih dari itu.

Kemitraan sudah sewajarnya menjadi hal pokok dalam menjalankan usaha.

Ada beberapa jenis kontrak yang dapat dipilih dalam mnjalankan usaha bagi hasil.

Secara umum prinsipnya adalah membangun sebuah usaha bersama yang mana dilakoni oleh dua belah pihak dengan tugas masing-masing.

Penyedia modal dan pelaku bisnis membagi keuntungan dan kerugian. Jadi jika bisnis dikatakan untung, maka keuntungan menjadi milik bersama.

Untuk Lebih Jelasnya akan dibahas satu persatu.

Sistim Usaha Bagi Hasil

Sebagaimana sudah dijelaskan pada pembahasan diatas bahwa usaha bagi hasil merupakan tanggung jawab bersama.

Untuk kesepakatan pembagian jatah dapat menggunakan prinsip fifty-fifty atau sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

Ingat, dengan memulai dan menjalankan bisnis bagi hasil tentu beban modal akan sedikit ringan. Tapi tidak sedikit yang gagal.

Resiko Usaha bagi Hasil

  1. Sengketa
    Ketidak jelasan kontrak kerja dalam memulai bisnis semacam ini dapat berakibat fatal. Hancurnya usaha yang dibangun bersama, hingga saling menuntut.
  2. Kepercayaan
    Selain itu, biasanya dalam kesepakatan pengelola modal ikut berperan dalam menjalankan usaha.Tapi tidak jarang kegagalan terjadi akibat gagalnya kepercayan dalam perkembangan usaha yang dibangun secara bersama-sama.
  3. Tidak Sesuai rencana
    Seharusnya, dalam memulai bisnis apapun sudah diprediksi resikonya.|Tapi, beberapa kasus yang terjadi pemodal merasa tertipu ketika menjalankan bisnis atau usaha bagi hasil.Tidak jelasnya kesepakatan menjadikan dua pihak saling lempar tanggung jawab.

Usaha Bagi Hasil Cara Cerdas Untuk Dapatkan Modal

Setidaknya tiga permasalahan itu perlu diketahui agar dalam merencanakan usaha dengan rekan Anda jangan sampai terjadi.

Untuk membuat kesepakatan usaha bagi hasil tidak ada aturan khusus. Biasanya kesepakatan ini dibuat secara bersama-sama (kedua pihak).

Dan beberapa nya melibatkan saksi.

Hanya saja, ada beberapa sistim yang dapat dijadikan acuan.

Sistim ini yang dapat dijadikan rencana bagaimana kesepakatan di mulai, apakah keuntungan, modal dan resiko menjadi tanggung jawab bersama.

Atau pemodal hanya meng investasikan uangnya kepada pelaku bisnis dan menerima profitnyta saja tanpa ikut andil dalam mengembangkan usaha bagi hasil ini.

Metode Profit Sharing

Secara umum dapat diartikan sebagai skema penghasilan keuntungan bersih.

Jadi keuntungan dari bisnis yang sudah dikalkulasi sedemikian rupa dan dikurangi dengan modal.

Atau merupakan sepenuhnya keuntungan yang akan dibagi.

Untuk pembagiannya tergantung dari kesepakatan.

Umumnya adalah masing masing untuk investor dan pelaku bisnis dilakukan format 70-30, 60-40 atau 50-50 (dalam persen).

Sedangkan yang dikatakan profit merupakan nilai jumlah atau selisih angka antara total biaya (modal, biaya produksi dlsb) dikurangi dengan total pendapatan (income).

Pengertian Revenue Sharing

Sedikit berbeda dengan profit sharing, dalam prinsip ini seluruh hasil yang masuk (income) dihitung berdasarkan total penjualan (produk & jasa).

Tentunya out put disini termasuk juga modal didalamnya.

 

Agar terwujudnya kesepakatan yang seharusnya tidak menimbulkan masalah dikemudian hari, pelaku bisnis dan usaha bagi hasil wajib memperhatikan dan menyesuaikan dalam menyusun perjanjian.

Ini kiat yang dapat Anda lakukan sebagai pelaku bisnis dalam memilih rekan usaha bagi hasil (investor) untuk bisnis Anda

Kenali rekan Anda

Mengenali sifat dari siapa yang akan Anda pilih sebagai penyuntik dana.

Mengenali disini diartikan bahwa Anda mengetahui visi dan misi nya, lebih tepatnya menyelaraskan pola fikir.

Jelaskan pada calon investor pola pembagian hasil, bagaimana bisnis dijalankan dan apa jaminan atau hal yang dapat meyakinkannya.

Untuk membangun kepercayaan tentu Anda tidak harus mengorbankan diri.

Maksudnya adalah, meski Anda membutuhkan bantuan dana, tetap pertimbangkan tingkat kesulitan yang akan dihadapi dikemudian hari.

Upayakan membangun kemitraan dengan tanpa adanya rasa dirugikan antara kedua pihak.

Jadi kesimpulannya, sebelum memilih rekan coba Anda lakukan hal ini.

  1. Analisa Peluang Bersama-sama
    Di asumsikan Anda sebagai pemilik ide atau sebaliknya.
    Jadi, bisnis yang direncanakan merupakan buah pikir satu pihak.Berposisi sebagai penggagas yang membutuhkan modal, tentu wajib menjelaskan secara detil bagaimana rencana bisnis.
    Sebelum tercipta nya kata deal, resiko dan kemungkinan buruk wajib diketahui bersama.
  2. Tidak Tarik-Ulur Pendapat
    Sedikit susah untuk menemukan kata yang cocok.
    Intinya, partnership harus terjalin atas dasar sama sama setuju.
    Ciptakan kejelasan dan bagi peranan dalam menjalankan bisnis.
  3. Jujur dan Terbuka
    Ini adalah poin terpenting.
    Sikap jujur tidak hanya dalam menjalankan usaha saja.
    Segala masalah seharusnya diselesaikan bersama mengingat investor memiliki hak yang sama dengan pelaku bisnis.

Program kemitraan seperti usaha bagi hasil harus diikat dengan kontrak kerja. Meski dilakukan bersama dengan orang terdekat sekalipun.

Dalam membuat kontrak, kedua pihak perlu berdiskusi untuk menemukan metode win-win agar tidak timbul kesenjangan.

Strategi Kontrak Usaha Bagi Hasil

Sudah sewajarnya yang paling berperan berhak untuk nilai yang lebih besar.

Tapi, tidak menutup kemungkinan dalam kesepakatan yang dibuat akan dijalin usaha bagi hasil yang semuanya dibagi seimbang.

Memang benar pemilik modal perlu diprioritaskan oleh pebisnis,

tapi tidak selamanya seperti itu.

Terkadang memulai bisnis itu tidak semua orang mampu.

Membuat kontrak usaha bagi hasil harus seusai dengan pembagian tugas yang diterapkan.

Jika seandainya pemodal juga aktif dalam menjalankan bisnis, selisih persentase dalam pembagian hasil tentu bukan masalah yang perlu dibahas berkepanjangan.

Atau seandainya investor pure hanya memberikan dananya, maka kepercayaan terhadap pengelola juga harus sudah sepenuhnya. dalam hal ini misalnya kerugian atau keadaan di luar dugaan.

Pengelola wajib bertanggung jawab atas modal dan pemilik dana harus sudah siap dengan resikonya.

Kesimpulannya,

Dalam memulai usaha bagi hasil harus menyusun kesepakatan yang wajib dipatuhi bersama.

Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan perlu dipertegas dalam pembuatan kontrak.

Apapun keadaan bisnis yang sedang berjalan, pembagian hasil, tanggung jawab dan prosedur mengikuti ketetapan yang sudah disetujui kedua belah pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *